Sunday, 13 March 2016

Delapan Nol Dua

Posted by @nadiarizqi at Sunday, March 13, 2016 0 comments

source: wikimedia.org

Pukul tujuh empat lima.

Aku berdiri di depan cermin, menggenggam selembar kain. Dua lembar dengan warna berbeda terlipat manis diatas tempat tidur. Aku memandangi wajahku, setiap sudut. Mengutuki cermin yang hampir selalu berhasil menahanku barang sejenak. Merayuku untuk tak berpaling. Tunggulah sebentar, rambutmu tak rapi, katanya. Sebentar, sebentar, mukamu lusuh, kau lupa pakai bedak, sautnya. Tunggu dulu, kau yakin tak mau pakai gincu?, tanyanya. Mataku mengerjap-ngerjap mencoba mengusir sisa kantuk habis begadang semalam. Aku seharusnya sudah berangkat. Namun kaki ini tetap bergeming.

Saturday, 27 June 2015

Dua Tahun Lalu dan Dua Tahun Mendatang

Posted by @nadiarizqi at Saturday, June 27, 2015 1 comments


“Berjilbab pun, bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentang kesucian. Berjilbab adalah upaya yang amat personal untuk memilih kenyamanan hidup.” 
 — Sandrina Malakiano 


Kutipan Sandrina tersebut sangat saya favoritkan, bahkan ketika sebelum saya berjilbab. Dia benar, berjilbab bukan tanda bahwa kita sempurna menjadi seorang muslimah sejati. Tetapi itu sebuah jalan menuju muslimah sejati. Dia juga benar bahwa dengan berjilbab, kita akan menemukan suatu kenyamanan pribadi.

Wednesday, 4 March 2015

Tentang Kucing yang Datang dan Pergi

Posted by @nadiarizqi at Wednesday, March 04, 2015 3 comments
Image source: http://community.invisionpower.com

Gue mau cerita tentang kucing di kosan gue. Sebelumnya gue udah pernah nulis tentang kucing juga tapi di kosan yang berbeda. Bisa dibaca disini. Gak tau kenapa kosan yang gue huni selalu bermasalah sama kucing . Dari enam kosan yang pernah gue tinggalin, lima diantaranya diseliwerin kucing. Di kosan gue yang pertama (Bintaro-Tangsel), kucingnya kece banget. Bukan mukanya, tapi kelakuannya. Gue namain Baim. Meskipun suka seliweran di kos, tapi Baim gak pernah ngobrak abrik tempat sampah di kosan. Gak pernah diem-diem atau terang-terangan masuk ke kamar anak kos. Sopan banget. Baim itu tipe cowok yang suka keluyuran gitu. Bad boy gitu.

Sunday, 8 February 2015

Berjalan Menghadap Langit dan Bumi

Posted by @nadiarizqi at Sunday, February 08, 2015 4 comments
Snappling [Dok.DJKN]

Kepala saya terasa berat menahan helm yang terlalu besar. Leher ini seperti berteriak minta segera disandarkan. Di siang terik yang entah pukul berapa (dua hari ini saya sudah tidak peduli lagi dengan jam), saya sedang mengantri wahana outbond. Tiga wahana sudah lewat dengan sukses. Kini di depan saya ada rintangan tali. Tingginya sekitar 3 meter dan berbentuk anyaman kotak-kotak. Saya tidak sabar ingin segera menyelesaikannya karena nun jauh disana, wahana kelima sudah melambai-lambai sambil membisikkan kalimat ‘ayo kemari’. Di sela-sela menunggu, saya dan teman-teman lain yang antri diajak berbincang oleh pelatih (kopassus) tentang apa, bagaimana dan mengapa wahana ini diciptakan. Begitu asyiknya berbincang hingga tiba giliran saya. Saya pun merayap dengan lancar. Bisa jadi berkat tubuh saya yang super-ringan.
 

Ketik Hapus Ketik Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review