Sunday, 9 June 2013

Kenapa sih harus........

Posted by @nadiarizqi at Sunday, June 09, 2013

Tulisan ini saya kutip dari page facebook Darwis Tere Liye, salah satu penulis buku favorit saya. Pahami baik-baik. Mungkin setelah membaca, kita akan berpikir "Wah, temen saya ada yang seperti itu" atau "Wah, memang orang seperti itu menyebalkan". Namun sebelum melontarkan kalimat seperti itu, coba cek apakah diri kita jauh dari kriteria "menyebalkan" atau malah justru mendekati.

Kalian pasti pernah melihat secara langsung. Ada warga satu RT melakukan gotong royong, misalnya, membersihkan selokan, lantas di cat biar bagus. Nah, tiba2 ada warga yang jangankan ikut gotong royong, dia baru saja gabung pas acara makan2 sorenya, lantas nyeletuk "Kenapa di cat merah sih? Kenapa nggak biru saja? Lebih bagus." Warga satu RT sebal sekali melihat orang tersebut nyeletuk. Sialnya, orang2 ini nggak pernah merasa, malah sok akrab, sok kenal sekali, merasa tidak berdosa.

Atau dalam kejadian lainnya, teman2 satu kelas lagi bahu-membahu menyelesaikan tugas guru. Nah, tiba2 ada teman satu group yang ikut kerja juga nggak, tapi sepanjang pekerjaan hanya bisa ngomong, "Seharusnya begini, seharusnya begitu." Dan seterusnya. Pun sama, menyebalkan sekali melihat kawan seperti ini. Apesnya, orang2 ini jelas tidak merasa bersalah kalau dia hanya sibuk komen ngerecoki. Maka pastikan kita tidak termasuk orang2 sebagai berikut:

1. Memberikan komentar atas sesuatu yang sudah terjadi.
Kenapa nggak ini sih, kenapa nggak itu sih. Kenapa? Kenapa? Banyak sekali contohnya. Makanan sudah disajikan, kita masih komen kenapa pesan ini, sih? Makanan sudah matang, terhidang di atas meja, kita masih komen ini, itu. Sungguh komennya mubazir, hei, sesuatu yang sudah jadi itu tidak bisa diapa-apakan lagi. Komen kita sudah telat jenisnya, sama sekali tidak bermanfaat pula. Namanya juga sudah selesai. Maka komen yg benar itu adalah, kalau kita tidak sreg, tidak suka, "Kenapa kita sejak awal, sebelum terjadi, kita tidak ikut mengerjakannya, memberikan usul. Kenapa baru sekarang kita ribut komennya?"

 2. Memberikan komentar ketika orang sedang bekerja
Ada sebuah nasehat lama yang penting dipikirkan: Jika kita tidak ikut bekerja, maka kita sama sekali tidak berhak ngerecoki dengan komen. Biarkan orang lain menyelesaikannya, atau jika mau, ulurkan tangan, bantu kerjakan. Dalam setiap kerja bareng, memang lazim, sepuluh orang, maka yang kerja hanya dua atau tiga, sisanya hanya sibuk bicara. Pastikan kita tidak termasuk sisanya tersebut. Kalau tidak bisa bantu, tidak peduli, lebih baik sumpal mulut sendiri, perhatikan. 

3. Memberikan komentar padahal tidak paham
Ketika kita tidak paham, tapi kita sengaja mencemplungkan diri komen, maka sama saja seketika menunjukkan ketidakpahaman kita. Sama persis seperti seseorang berbaju merah mencolok tiba2 masuk ke ruangan dgn undangan berbaju putih semua. Mencolok sekali sok tahu kita. Kita sih ngotot merasa tahu, bilang dgn yakinnya merasa berbeda itu keren, tapi orang seisi ruangan tahu persis kita sok tahu dan mengganggu. Ada banyak contoh hal2 seperti ini. Ketika ada yang membahas tentang buku atau film misalnya, baca juga nggak pernah, nonton juga tidak pernah, maka PD sekali ikut komen. Selalu pastikan kita benar2 mengerti, paham, tahu, baru ikut bicara.

 4. Memberikan komentar atas hal2 kecil
Sudah jadi kebiasaan orang2 sekarang, nyeletuk dalam setiap kesempatan. Hal2 kecil dikomentari. Hal2 yang sudah sama2 tahu dikomentari. Hal2 yang, oh dear, semua orang juga maklum memang begitu, tetappp saja dikomentari. Jika kita kenal dengan lawan bicara kita, mungkin itu bumbu percakapan yang baik. Tapi jika kita kenal juga nggak, tahu juga tidak, itu yang disebut dengan SKSD, sok kenal sok dekat, sok akrab. Selalu dipikirkan minimal dua kali saat kita mau menerjunkan diri bicara, komen. Pastikan kalau bicara kita memang bermanfaat. Jika tidak, tentu ambil pilihan orang2 bijak: diam.

1 comments:

emon gundul said...

hahaha.selalu ada oknum kayak gitu. menurutku seh, mereka adalah org2 yg butuh pengakuan, butuh didengarkan, namuncaranya salah..

Post a Comment

Jangan sungkan untuk meninggalkan jejak :D

 

Ketik Hapus Ketik Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review