Monday, 17 February 2014

Indonesia Mengajar: Perspektif Publik dan Kekhawatiran

Posted by @nadiarizqi at Monday, February 17, 2014 2 comments

“We are addicted to our thoughts. We cannot change anything if we cannot change our thinking.”
― Santosh Kalwar

Kurang lebih dua bulan sudah, hari-hari saya lewati dengan berkutat di sebuah rumah dengan logo tunas berwarna oranye dan hijau pada tembok pagarnya. Rumah yang telah mengajari saya berbagai hal abstrak, yang tidak bisa diukur dengan angka. Jika saya menuliskan capaian terukur apa saja yang saya dapat dari rumah tersebut, mungkin saya tidak akan menuliskan apa-apa. Bersama empat orang lainnya, saya pun menikmati suguhan-suguhan abstrak di rumah tersebut. Menikmati, mencerna, menaruhnya di suatu tempat untuk nantinya dikembangbiakkan. 

Friday, 14 February 2014

Kopaja Pagi Ini

Posted by @nadiarizqi at Friday, February 14, 2014 0 comments


Kosan saya di daerah Karet Belakang, sedangkan kantor saya berada di daerah Senopati. Untuk menuju kesana, bisa naik TransJakarta atau kopaja lalu jalan kaki sebentar. Pagi ini, saya dan dua orang teman kos berangkat ke kantor bersama-sama. Kebetulan kantor kami sama. Setelah 10 menit berjalan kaki, kami pun sampai di jalan raya. Jam menunjukkan pukul 9 lewat beberapa menit. Frekuensi kedatangan kopaja dan metromini di sepanjang Sudirman masih padat. Segera saja, kopaja berhenti di depan kami dan kami pun segera naik.
 

Ketik Hapus Ketik Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review