Monday, 1 December 2014

Hanyut atau Berenang

Posted by @nadiarizqi at Monday, December 01, 2014

“If you do this because you have no choice, just do the best” 

Sebuah nukilan dari obrolan pagi ringan saya bersama teman-teman on the job training Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dengan ibu Detta, seorang pegawai yang sedang tidak jelas jabatannya apa. Hehe. Beliau baru saja menyelesaikan studi S2 dual degree di Universitas Indonesia dan di suatu kampus yang saya lupa namanya di Adelaide. Karena baru saja lulus, beliau sedang menunggu “penempatan” ulang jabatannya. Obrolan super-santai itu membuat saya sedikit mengantuk sehingga membuat saya lupa nama kampus beliau saat di Australia. Padahal beliau mengatakan tak hanya sekali. Bukan, bukan suara merdunya yang hampir menina-bobokan saya. Bukan juga karena ceritanya yang membosankan. Come on, cerita studi di luar negeri tak akan pernah bosan untuk didengar! Mungkin karena saya memang gampang mengantuk dan pagi hari.

Bu Detta bercerita singkat. Mulai dari awal bagaimana dia berkali-kali ikut tes, tentang pesimisme beliau saat wawancara, tentang tesisnya, juga tentang alur hidupnya. Beliau mengaku bahwa selama ini hidupnya hanya 'let it flow'. No plan, no choice. Dan justru itulah yang disesalinya sekarang. Bahwa hidup itu harus direncanakan. “Kalian harus menyiapkan rencana karir kalian ke depan. Jangan kayak saya, kalau dapet ya alhamdulillah, kalau enggak ya sudah,”tegasnya. Beliau mencontohkan studi S2-nya. Di umur beliau yang sekarang ini (saya lupa, tapi sepertinya sudah 40-an karena saya ingat waktu itu manggut-manggut menyamakan dengan ibu saya), harusnya beliau sudah S3. Di saat beliau menempuh studi S2, teman-teman seangkatannya menempuh S3. “Saya di pelatihan waktu itu, paling tua,”ujarnya. Meskipun ‘let it flow’, beliau tidak lantas malas bekerja. Semua pekerjaan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Obrolan singkat itu kemudian memberi saya dugaan. Jangan-jangan saya juga ‘let it flow'. Jangan-jangan selama ini saya tipe orang yang ‘ya sudahlah’. Seperti itu. Kehidupan saya hampir semua rata-rata.  Teman yang ketika itu duduk di sebelah saya pun berpikir hal yang sama. Bahwa kami, bisa jadi selama ini ‘let it flow’. Keduanya tidak buruk, tergantung kita menjalaninya. Selanjutnya tinggal memillih, berenang untuk sampai lebih cepat atau diam ikut terbawa arus.

Life begins at the end of your comfort zone.- Neale Donald Walsch




2 comments:

Muhamad Rahmat said...

Ngomong-ngomong, selamat bergabung di lapangan Banteng. :D

@nadiarizqi said...

@Kak Rahmat:
Hohoho, terima kasih~~

Post a Comment

Jangan sungkan untuk meninggalkan jejak :D

 

Ketik Hapus Ketik Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review