Sunday, 28 August 2016

Roti Spesial untuk Toko Roti

Posted by @nadiarizqi at Sunday, August 28, 2016 0 comments

Pertama kali menginjakkan kaki disini, aku menghirup aroma roti hangat. Aromanya menyapaku ramah, seakan-akan mengucapkan selamat datang padaku, selamat datang di batu loncatan masa depan. Aroma itu berasal dari etalase yang ada disana. Roti-roti cantik yang berjejer di etalase itu sungguh menggodaku. Setiap orang disini dipersilakan untuk mengambilnya tanpa harus membayar. Beberapa dari mereka senang memakan roti itu. Beberapa yang lain malah memuntahkannya, pahit katanya. Beberapa yang lain memakannya tanpa ekspresi. Hambar. Sungguh, aku sangat heran. Bagaimana mungkin roti dengan tampilan yang sama itu bisa membuat orang-orang merasakan hal yang teramat berbeda? Maka, berbekal rasa penasaran yang menggelora, kucari di setiap sudut tempat ini, pabrik pembuat roti. Namun aku tidak menemukannya. Dimanapun tak kulihat papan bertuliskan "Pabrik Roti", "Toko Roti", "Terima Pesanan Roti", atau apapun itu.

Sunday, 13 March 2016

Delapan Nol Dua

Posted by @nadiarizqi at Sunday, March 13, 2016 0 comments

source: wikimedia.org

Pukul tujuh empat lima.

Aku berdiri di depan cermin, menggenggam selembar kain. Dua lembar dengan warna berbeda terlipat manis diatas tempat tidur. Aku memandangi wajahku, setiap sudut. Mengutuki cermin yang hampir selalu berhasil menahanku barang sejenak. Merayuku untuk tak berpaling. Tunggulah sebentar, rambutmu tak rapi, katanya. Sebentar, sebentar, mukamu lusuh, kau lupa pakai bedak, sautnya. Tunggu dulu, kau yakin tak mau pakai gincu?, tanyanya. Mataku mengerjap-ngerjap mencoba mengusir sisa kantuk habis begadang semalam. Aku seharusnya sudah berangkat. Namun kaki ini tetap bergeming.
 

Ketik Hapus Ketik Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review