Sunday, 13 March 2016

Delapan Nol Dua

Posted by @nadiarizqi at Sunday, March 13, 2016 0 comments

source: wikimedia.org

Pukul tujuh empat lima.

Aku berdiri di depan cermin, menggenggam selembar kain. Dua lembar dengan warna berbeda terlipat manis diatas tempat tidur. Aku memandangi wajahku, setiap sudut. Mengutuki cermin yang hampir selalu berhasil menahanku barang sejenak. Merayuku untuk tak berpaling. Tunggulah sebentar, rambutmu tak rapi, katanya. Sebentar, sebentar, mukamu lusuh, kau lupa pakai bedak, sautnya. Tunggu dulu, kau yakin tak mau pakai gincu?, tanyanya. Mataku mengerjap-ngerjap mencoba mengusir sisa kantuk habis begadang semalam. Aku seharusnya sudah berangkat. Namun kaki ini tetap bergeming.
 

Ketik Hapus Ketik Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review